JAKARTA – Pemandangan berbeda terlihat di tengah aksi unjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Alih-alih suasana tegang, sebuah momen hangat terekam saat aparat kepolisian dan massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) justru bernyanyi bersama.
Momen ini terjadi di sela-sela orasi, ketika massa mahasiswa sedang beristirahat. Untuk mencairkan suasana yang cukup terik, salah seorang orator mengajak personel kepolisian yang berjaga untuk ikut melantunkan lagu-lagu nasional dan lagu perjuangan mahasiswa.
Cairkan Suasana dengan “Padamu Negeri”
Suasana yang semula riuh dengan tuntutan pendidikan menjadi syahdu saat bait lagu “Padamu Negeri” menggema di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat. Tak hanya mahasiswa, puluhan polisi yang berdiri di balik pagar kawat berduri tampak ikut menyanyi dengan khidmat.
Interaksi ini spontan mengundang perhatian warga yang melintas serta awak media di lokasi. Beberapa polisi bahkan tampak membagikan air mineral kepada mahasiswa yang kehausan, yang kemudian dibalas dengan ucapan terima kasih dan jabat tangan erat.
Demonstrasi yang Kondusif
Koordinator aksi menyatakan bahwa meskipun mereka membawa tuntutan kritis terkait biaya pendidikan yang mahal dan komersialisasi kampus, penyampaian pendapat tetap harus dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat dan tanpa kekerasan.
“Kami datang untuk membawa aspirasi rakyat, bukan untuk berbenturan dengan petugas. Momen bernyanyi bersama ini adalah pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masa depan bangsa ini,” ujar salah satu perwakilan BEM SI di lokasi.
Apresiasi dari Pihak Kepolisian
Di sisi lain, Kapolres yang memimpin pengamanan di lokasi mengapresiasi sikap kooperatif para mahasiswa. Menurutnya, komunikasi dua arah yang baik antara massa aksi dan petugas keamanan merupakan kunci agar penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan tertib.
“Tugas kami adalah mengawal agar aspirasi adik-adik mahasiswa sampai dengan aman. Jika situasinya kondusif seperti ini, tentu pesan yang ingin disampaikan justru akan lebih mudah didengar oleh publik dan pemangku kebijakan,” ungkapnya.
Meski sempat diwarnai momen santai, massa aksi tetap konsisten menyampaikan poin-poin tuntutan mereka hingga sore hari sebelum akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Aksi Hardiknas tahun ini di Patung Kuda menjadi bukti bahwa perbedaan posisi tidak menghalangi adanya ruang dialog dan kebersamaan di ruang publik.














